December 10, 2017

Pantulan Lukisan

“...It’s best to be ruthless with the past. It ain’t the blows we’re dealt that matter, but the ones we survive...”

The Rose Madder, by Derek

Dalam menjalani hobi membaca dan menimbun, kita harus berpegangan pada prinsip bahwa : buku yang memilihmu. Nah pilihan ini membawa saya menjalani semacam 'petaka' yang terjadi dalam dua tahun belakangan setelah terkontaminasi buku-buku bacaan buatan penulis anyar yang selalu hits, tak lain tak bukan, oom Stephen King. Sepertinya blog ini sudah terlalu banyak membahas curhatan mengenai berbagai karya beliau. Ya sudahlah. Hal ini terjadi lagi ketika perburuan saya saat liburan lalu ke sentra buku bekas berhasil mempertemukan saya dengan buku terjemahan karya beliau yang sejatinya terbit tahun 2007 di Indonesia, berjudul ROSE MADDER : WANITA DALAM LUKISAN.

Bagi para pembaca novel fantasi ataupun supranatural maupun horor tentunya tidak asing dengan ide bahwa lukisan-lukisan tertentu bisa memiliki kemampuan magis berbahaya. Kita tentu ingat kisah legendaris Dorian Gray dalam buku yang ditulis mendiang Oscar Wilde. Buku yang saya belum baca dan miliki, hanya berbekal pengetahuan dari teman-teman pembaca lainnya. ROSE MADDER mengisahkan petualangan berbahaya seorang wanita dan kaitannya dengan sebuah lukisan antik yang dibelinya ketika melarikan diri dari cengkeraman kegilaan sang suami.

December 7, 2017

Konklusi Perbintangan

“...Do not underestimate your enemies, Your Majesty...”
- Raffaele Laurent Bessette -
Photo by jjackman - deviantart
Setelah sempat reading slump dan liburan sekian lama, akhirnya saya berhasil menuntaskan satu buku yang cukup kelam dan depresif dengan judul THE MIDNIGHT STAR. Buku ini adalah pamungkas trilogi THE YOUNG ELITES karya penulis young adult hits, Marie Lu. Buku sebelumnya, THE ROSE SOCIETY memang berbeda dalam artian perjalanan kehidupan anti hero sang tokoh utama - Adelina Amouteru ( sudah dicurhatkan di sini). Menyebut diri sebagai serigala putih, Adelina tampil sebagai Ratu tiran kejam yang menguasai kerajaan Kenettra. Adelina melakukan kebijakan yang mengangkat harkat dan martabat para malfetto (kaum yang terkena wabah berdarah) secara signifikan.

December 5, 2017

Pigi Kemana ?

“Reading... a vacation for the mind....”
- Dave Barry -
Setelah melakukan perjalanan jauh ke negeri orang, saya lalu pergi jalan-jalan lagi ke ibukota. Kayaknya ini udah jadi semacam agenda rutin tiap tahun yang sepertinya tidak saya rencanakan secara spesifik. Yang saya tahu, saya harus piknik. Hidup terlalu membosankan kalau cuma dipakai buat kerja dan nyinyir.

Problem mendasar adalah keramaian. Kelebihan populasi ibukota yang berbondong-bondong pergi main ke daerah lain, dalam hal ini Kota Hujan, alias Bogor, tempat si bocah, adek saya kuliah, menyebabkan saya sampai amat terlambat. Kelelahan, lapar, plus kram perut. Niat awal mau heng ot di kota ini saya batalkan. Babat makanan siap saji, kabur ke kontrakan sang mahasiswi semester 5 ini, dan tidur. Karena agenda esok hari jauh lebih meyakinkan.

December 4, 2017

Conflict Doesn't Choose Its Victims

“It is forbidden to kill; therefore all murderers are punished unless they kill in large numbers and to the sound of trumpets.”
- Voltaire - 



Saya adalah WNI yang tergolong skeptis dan agak antipati sama pilem lokal. Bukan apa-apa, saya memang nyinyir dari sononya. Biasalah, keracunan Hollywood sejak lama, bacaan juga banyak yang terjemahan. Namun kalau berkaca secara objektif, keskeptisan saya rasanya bisa cukup beralasan. Tidak banyak pilem yang bisa 'menggugah'. Saya mencatat hanya beberapa dalam benak saya. Seperti Petualangan Sherina, AADC (yang pertama yes, yang kedua no), Laskar Pelangi, dan Mengejar Matahari.

Dalam kesempatan cukup jarang, saya nonton stasiun tipi lokal, dan ternyata ada ajang Piala Citra 2017. Nah, penghargaan yang dianggap sebagai The Oscars-nya Indonesia ini hadir dengan konsep tidak bertele-tele dan mengusung pemenang sebuah judul film yang tayang bulan April 2017 lalu. Pilem yang tidak mencetak rekor berjuta-juta penonton, tidak menjadi incaran tontonan generasi jaman now, tidak meme-able, dan masih banyak yang mungkin kurang info. NIGHT BUS, sebuah film yang juga berhasil memberikan piala Citra untuk Teuku Rifnu Wikana sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik, mengalahkan rombongan nominator lain. NIGHT BUS menjadi film Indonesia terbaik 2017 versi Festival Film Indonesia.

November 28, 2017

Melipat Jarak, Mengayun Langkah

“Acquire knowledge, it enables its professor to distinguish right from wrong; it lights the way to heaven. It is our friend in the desert, our company in solitude and companion when friendless. It guides us to happiness, it sustains us in misery, it is an ornament amongst friends and an armour against enemies.”

Suatu siang di kebun kurma, Madinah

Sebagai bagian dari sekitar 7,2 milyar populasi manusia di bumi, tentunya kadang saya suka bertanya, buat apa sih kita ini menuh-menuhin planet biru ? Apa tujuan kita diciptakan ? Apa kegunaan kita ? Rasanya sih kalau dipikir-pikir, lumut kerak aja lebih banyak gunanya. Melembutkan tanah yang keras, bikin oksigen sendiri, ga menuh-menuhin tempat, ga sibuk saling menyalahkan, woles adem ga pake urat. Nah, dalam berbagai turun naik fase keimanan dalam hidup, pertanyaan ini tentunya juga muncul dalam kepala saya yang tidak jelas ini.
Kata orang sih, jalan-jalan sono biar ga cranky kurang piknik. Maka jadilah saya yang disponsori bos besar alias papah, bisa jalan-jalan agak jauh ke tempat yang rasa-rasanya mimpi pun saya masih tidak menyangka. Maka dari itu disinilah saya curhat. Maaf ga maksud nyinggung atau pamer atau apalah. Saya kebetulan ekstro tukang cerita, daripada saya pusing baca berita, mending menulis saja.

November 15, 2017

Drops of 'Barry' Juice in the League

Barry Allen : " So what's your super power ?"
Bruce Wayne : "I'm rich."

Meet Barry, the Flash

2017 will last less than two months. And here I am, conflicting with my own self about many undefined things. I have a short range of temper, bad control of emotions, and yet very talkative. They're gifts, of course. So, what's this all about with Barry ?

When you have problems with yourself, you'll choose to face it or just running away. Me, running this time. With all the metabolic and chemical reactions inside my brain that are got siriusly out of control (hail progesterone!!) this past few weeks till now, I must seek remedies. Find something to keep me happy and not subconsciously hurting others. So I removed my 'to be read' pile of books and doing other things instead. Movie Marathon !!

November 5, 2017

(Masih) Masalah Keluarga Tingkat Kosmik

“My name is Magnus Chase. It was an annoying name to have. People tended to spell in Mangus, rhymes with Angus. I always corrected them: No, it's Magnus, rhymes with swagness. At which point they would stare at me blankly. I’m sixteen years old. This is the story of how my life went downhill after I got myself killed.
- Magnus Chase -



Sepertinya belakangan porsi kisah mitologi terkenal mulai bergeser ke Nordik. Tidak dapat dipungkiri, kehebohan franchise Thor dan kelakuannya membuat awam mulai melirik kepada kekacauan dalam mitologi yang tidak sepopuler Yunani, Romawi, atau Mesir ini. Namun percayalah, Nordik dan mitologinya tetap saja berurusan dengan masalah keluarga. Yang jelas-jelas diselesaikan dengan menggunakan sesedikit mungkin kecerdasan, berujung kepada suatu jenis hari akhir yang kita sebut sebagai Ragnarok.

Penulis favorit saya, bernama Rick Riordan, memang memiliki reputasi untuk mengolah mitologi menjadi suatu bentuk petualangan gilang gemilang penuh tawa yang jelas membuat pembaca ketagihan. Jangan disebut sudah berapa banyak jumlah bukunya. Mulai dari petualangan awal Percy Jackson, demigod Putra Poseidon, sampai yang terbaru adalah dicampakkannya Apollo tercinta ke dunia fana. Kali ini saya tidak akan membahas hiruk pikuk Yunani-Romawi. Jelas seperti gambar pohon kehidupan Yggdrasil di atas, kita akan melipir ke kekacauan mitologi Nordik ala om Rick.