April 28, 2016

Panggilan Sang Monster untuk Berpetualang (Sebuah Laporan Bacaan yang Terlambat)

A Monster Calls oleh Patrick Ness
Benar-benar petualangan yang panjang...
A Monster Calls - Panggilan Sang Monster adalah buku super bagus karya Patrick Ness yang menguras perasaan..begitu dekat, sederhana, tapi mampu bikin saya terisak-isak. Tentang kehilangan, merelakan, amarah, dan bagaimana begitu mudahnya kita menyakiti orang-orang yang kita sayangi..deeply touched me. Ditambah ilustrasi keren dari Jim Kay (yang udah bikin saya histeris lihat karyanya di Harry Potter and the Philosopher's Stone : Illustrated Edition), bikin hanyut sekali, dan beneran mencengangkan...

Pesona Sinema Lama

ou captain..my captain..!!
Hai..akhirnya bisa menulis lagi sejenak di antara jadwal duniawi yang padat (sombongnya..). Kali ini saya ga ngomongin atau pamer buku-buku yang saya baca, tapi bakal pamer film apa saja yang saya tonton sepanjang April 2016 ini.
Ini bukan resensi, cuma sekelumit variasi tulisan saya supaya otak ga tumpul. Terima kasih sebelumnya saya ucapkan pada donatur donlotan film-film kece ini. Sungguh mencerahkan hari.Sejatinya, film-film yang saya tonton ini hadir di jaman saya belom lahir. Kenapa pengen nonton? Karena mungkin saya sedang bosan dan butuh hiburan. Pusing liat pilem superhero berantem dengan berbagai versi karna masalah prinsip atau apalah. Anyway, i'm not into superheroes at all.
Dead Poets Society (1989)
 Membuka tulisan ini, saya langsung pajang poster Dead Poets Society (1989), film jadul yang dibintangi almarhum Robin Williams ini yang paling menyayat hati. Direkomendasikan oleh banyak kalangan, film tentang guru sastra dan murid-muridnya, mimpi, pencarian, hingga musibah yang menyedihkan, membuat sang guru yang diperankan oleh om Robin terpaksa mesti hengkang dari pekerjaannya. Sederhana tapi dalem, bikin sedih dan terngiang-ngiang.