December 23, 2016

Demi Takhta Besi (Spoiler Alert !)

"..there are two sorts of people, the player..and the pieces.."
- Lord Petyr Baelish -

The Westeros' Houses
Kadang saya heran sendiri, half amazed sebenarnya. Kok bisa Opa G.R.R. Martin yang chubby dan endut itu bikin rancang bangun cerita sekompleks ini. Lihat aja ke-27 klan di atas. Sebagian besar turut andil dalam perang --yang ga terlalu penting-- untuk berebut takhta besi di King's Landing. Padahal jelas-jelas di utara sana ada bahaya non-manusia yang lebih mengancam (utara mana ? Cek aja peta Westeros ya, saya pusing, ga pandai baca peta).

Jadi akhirnya saya kelar juga baca novel terjemahan setebal 1200-an halaman lebih, berjudul Amukan Baja. Disadur dari A STORM OF SWORDS sebagai buku ketiga dari seri A SONG OF ICE AND FIRE yang sejatinya sudah booming duluan dalam serial tipi A GAME OF THRONES di HBO yang baru kelar musim keenamnya tahun ini (dan tetap bikin banyak orang bersumpahserapah, ckckck that b*tch).

December 15, 2016

Rogue Onie : Not A Star Wars Story

PNFI Goes To IRF 2016

Haloooo..
Tepat seminggu yang lalu, si Oni kabur liburan ke ibukota demi bertemu dengan rombongan orang-orang di foto tersebut dalam acara Indonesian Readers Festival alias Festival Pembaca Indonesia 2016 di Museum Gajah Jakarta Pusat, 10-11 Desember 2016.
Pertanyaannya kenapa segitunya sih nik ?
Hmmm, mengemukakan alasan yang saya tak yakin semuanya mengerti. Ah elah bodo amat, hahahahah. Nyatanya, sejak bergabung di Penggemar Novel Fantasi Indonesia tahun 2014 lalu, saya menemukan rombongan orang-orang dengan minat serupa, keanehan senada, dan keinginan perbukuan yang sama-sama kalapnya. Dan orang-orang inilah yang bertanggung jawab terhadap pertambahan jumlah novel yang dikoleksi dan ragam bacaan yang dibaca dibandingkan masa sebelum ini. Merekalah tersangkanya, sodara-sodari (tunjuk dengan semangat.)
Menyesal ?
Tentu saja tidak. Yang saya tau, bahagia itu pilihan. Nah, buku-buku ini bikin saya bahagia (meskipun dompet tidak), dan rombongan lord, ladies, witches, wizards, dragons, mythical creatures, semuanya yang tergabung dalam komunitas ini membantu mengukuhkan kebahagiaan itu. IRF adalah sarana buat kami bisa ketemu di dunia nyata, setelah nyaris setiap hari berinteraksi di media sosial. Berinteraksi yang maksud saya bukan hanya ngomongin novel fantasi, sekalian curhat baperan sampai melipir ke politik dalam negeri. Sekalian juga acara jodoh-menjodohkan dan buli-membuli tiada akhir demi kepentingan hiburan dan drama harian untuk mewarnai kejenuhan aktivitas dunia nyata.
Jadi ngapain di IRF ?
Saya ya berisik, seperti biasa, koar-koar bareng ini rombongan. Berpartisipasi bagi-bagi hadiah buku untuk pengunjung, melipir sejenak liat booth lainnya, dan tentunya frekuensi ketawa dan senyum meningkat sekali. Untung ga sampai dehidrasi. Puas ? Nggak, saya baper pengen bareng-bareng lagi. Karena begitu pulang kembali ke kota saya, tumpukan kerjaan langsung menghampiri.
Foto bareng Buku Berkaki, Pak RT, dan Pak Lurah di akhir acara
Saya berterimakasih tentu saja untuk Ade yang lagi sakit waktu hari-H yang bersedia menampung si oni selama IRF, Aki Raafi yang jemput dan bawain barang-barang banyak banget, Nek Rifda yang selalu jadi bahan hiburan, Mommy Selvi yang menjamin makan siang khalayak, mbak Gigit yang foto-fotoin kami, PapaGent nge-troll, Didit yang nyempatin nongol meskipun lagi deg-deg-an mau nikahan, mas Uzi "Pak Lurah" yang selalu datang lebih pagi (aku kepo gadis itu siapaaaa), mas Reymi yang bisa duet berisik sama si oni, mbak Nats unyu photobomb selalu, Galuh dan Ratna yang mencari cinta (bacanya sambil nyanyi yaaa) -- makasi udah 'ajarin' aku naik kereta, milord Puji (dengan batik Oberyn-nya), mas Ojan yang bikin histeris, wolf lady Ratih yang auuuuuuu, Paman Hadi yang misuh-misuh kejebak kuis, Nisa, mbak Ren, mbak Hana, mbak Meida, mas Dianto, Bundes dan Agib, mbak Dy syantik (makasiii hadiahnya), mas Pete yang pusing, geng Buku Berkaki yang bantuin jaga naga, siapa lagi yaaa, rame sih, maafin kalau ga kesebut semua. Termasuk Khansa gemesin dan mbak Mute yang jauh-jauh dari Balikpapan, dan Ambu yang lagi tipes (padahal udah niat datang dari kapan), Ebun-Incil-Resti-dan Kak Nae yang udah 'jenguk' si oni ke museum, makasiiiihhh, senaaangg sekaliiii.

Dan tentunya tak lupa geng Assassination Admin yang udah menyiapkan semuanya hampir dua bulan sebelum IRF ini terselenggara (Akong Shandy dan Mbak Thifa, kapankah kita akan bersua ?). Taunya kita masih ada aja yang dikerjain ya gaes. Honestly bahagia jadi bagian kalian, meskipun si oni banyakan berisik dan nyampah fangirlingan.

At last, sesuai judul yang diambil karena kemarin baru kelar nonton Rogue One, curhatan ini saya akhiri dengan harapan semoga kita bisa ngumpul lagi dan PNFI tetap berjaya sebagai suaka utama untuk pecinta dan penimbun nofan yang selalu berbahagia dan saling meracuni bersama.

Sekian....^^

PS : pulang IRF bawaan buku jadi nambah......menang banyak.. HAHAHAHAHAHAHA

Salah satu ilustrasi spaceship di Rogue One (lalu diedit seenaknya)