January 31, 2017

Utopia Lingkaran Sempurna

The Circle, terjemahan oleh Bentang Pustaka
RAHASIA ADALAH KEBOHONGAN...
PEDULI BERARTI BERBAGI...
PRIVASI ADALAH PENCURIAN...


Sebenarnya saya masih dalam masa malas membaca genre distopia (meskipun saya masih menantikan buku distopia dari om Shusterman yang entah kapan diterjemahkan). Tak lain tak bukan karena booming-nya genre ini beberapa tahun belakangan. Para penulis seolah berlomba menyuguhkan aksi beraneka model dalam naungan genre ini. Jadi saya agak bosan. Ditambah lagi tahun 2016 lalu saya membaca dedengkot distopia dengan judul 1984 karya George Orwell (bisa dibaca disini curhatannya) dan Battle Royale karya Koushun Takami (histerisnya juga ada di link ini), yang secara umum membuat saya skeptis sama genre serupa karena standarnya naik banget akibat dua buku ini.
Namun, apa gunanya jadi member tetap sebuah grup racun reguler ekstra besar kalau tidak teracuni ?

January 27, 2017

Kasih Dibalik Kengerian : Ketika Segalanya Dipertaruhkan

"...madness is always a wonderful excuse, don't you think ? for doing terrible things to other people..."
- Jennifer McMahon -
Winter People dan The Boy Who Drew Monsters oleh Qanita, Holy Mother oleh Haru
Kenapa ketiga buku ini saya jejerkan jadi satu gambar dan satu curhatan ?
Simpel sih, alasannya karena ketiga buku bergenre thriller dan horor ini (tumben bacaannya) -- ada sedikit elemen fantasi sih, memiliki poin yang sama dalam hal alasan dan pengakuan dari tokoh-tokohnya. Kenapa begini kenapa begitu. Entahlah bisa-bisanya saya, tapi demikianlah yang saya tangkap. Begitu besarnya kasih seseorang, sehingga akan melakukan apapun, APAPUN untuk orang yang dikasihinya dengan sepenuh jiwa. Meskipun tindakannya itu mengerikan dan di luar batas manusiawi, membuat bergidik ngeri, dan terperangah saking tak pahamnya kenapa bisa begini.

January 16, 2017

Tepi Ketidakterhinggaan Alam Semesta

"...'cause you're a sky full of stars, I'm gonna give you my heart...'cause in a sky full of stars, I think I see you...you're such a heavenly view..."
- Coldplay -

Kadang seseorang meninggalkan kita kenangan yang baik. Yang membuat kita memilih untuk membaca sebuah buku penting. Membuat kita senang dan sedih meskipun kita sudah memilih untuk tidak bersama dirinya lagi.
Jadi beberapa waktu yang lalu, saya membaca buku sains anyar yang terbit tahun 1980 namun edisi Indonesianya baru muncul tahun 2016 lalu, tepatnya di akhir tahun. Judulnya KOSMOS, oleh Carl Sagan. Beliau adalah seorang ahli astronomi terkemuka yang sudah mumpuni dalam bidangnya. Meskipun setelah membaca bukunya, saya yakin dia dan saya hanyalah setitik debu di alam semesta yang mengembang tiada batasnya.

January 14, 2017

Corrupted Power : The Reckoners Trilogy

"..bahwa kami tidak seperti yang kau pikirkan...jauh di dalam hatinya, manusia bukanlah monster.."
- David Charleston -
Babilar - Babylon Restored, a future Manhattan
Dalam semangat menggebu-gebu setelah menamatkan buku terakhirnya, maka saya memutuskan untuk segera menulis curhatan ini sebelum ingatan saya yang bolong-bolong mulai merembes dan menguap ke udara kosong. Yuk kita mulai.
Berharap tulisan ini tidak menyuguhkan bocoran ceritanya, maka akan saya ungkapkan dengan seminimal mungkin (meskipun ini perasaan saya masih histerikal pengen nonjok penulisnya yang gak sopan..!)
So, ini tentang THE RECKONERS TRILOGY....

January 8, 2017

Mungkin Yang Biasa Bisa Jauh Lebih Bermakna (Semoga Tidak Spoiler)

"...we're just ordinary people, we don't know which way to go..'cause we're ordinary people, maybe we should take it slow..."
- John Legend -
Yang Biasa-Biasa Saja
Hai...
Sejujurnya ada keinginan untuk membuat curhatan buku yang lebih rapi dan sistematis. Tapi masalahnya, sebagai makhluk fana yang memiliki kendali emosi hanya seluas sendok teh, saya sangat fluktuatif dalam membuat curhatan perbukuan ini. Kalau ada sesuatu di bukunya yang menohok dan bikin terngiang-ngiang, ya bakal ditulis, kalau tidak, ya akan diendapkan sampai lumutan.
Lalu ada apa dengan THE REST OF US JUST LIVE HERE alias YANG BIASA-BIASA SAJA dari om Patrick Ness ini ?

January 7, 2017

Abarat Abstrak : Dunia Dalam Beraneka Cipratan Warna

"..Keputusasaan bisa diterima akal, tetapi tidak satupun hal berharga dalam hidupku yang berasal dari akal...
Tidak cintaku...tidak seniku..tidak pula surgaku..
Maka aku bisa berharap..."
- Zephario Carrion -
Apa yang anda harapkan ketika memegang buku tebal penuh ilustrasi absurd di dalamnya ?
Omong kosong ? Dongeng anak-anak ? Tulisan tak jelas ?
Maka bacalah seri Abarat. Ada yang lain dalam buku ini. Dan tentunya tidak sepenuhnya dapat diterima akal.
Memasuki tahun 2017, saya mulai kembali mencicil menghabisi timbunan buku-buku. Sebenarnya, ABARAT karya CLIVE BARKER yang sudah terbit tiga buku dengan harga lumayan mahal dan pesonanya tertutupi oleh banyak hal di awal terbitnya, membuat saya baru memilikinya dengan lengkap di akhir tahun lalu. Buku pertama nemu diskonan, buku kedua menang lelang PNFI, dan buku ketiga nemu diskonan harbolnas. Syukurlah saya memiliki ketiga buku ini pada akhirnya.
Salah satu ilustrasi dalam Abarat
ABARAT adalah sebuah kepulauan di semesta alternatif yang terhubung ke dunia kita melalui semacam pintu atau apalah saya kurang paham, di Chickentown, sebuah kota dimana tokoh utamanya, gadis lima belas tahun, Candy Quackenbush tinggal. Abarat terdiri dari 25 pulau yang mengikuti 25 jam. Deskripsi lebih lanjut ada di Almanak Klepp yang ada di buku pertamanya.